Selasa, 25 Mei 2010

UAS

5 komentar
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sabtu, 08 Mei 2010

Laporan Akhir Proyek

0 komentar
Laporan akhir proyek klik di sini

Kelompok :
09-003 Khoirunnisa Ade Putri
09-007 Marini Noviandri
09-065 Yuanda Novrita Siregar
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamis, 11 Maret 2010

Tugas 3

25 komentar



Persahabatan, mendengar kata itu pasti semua berfikir tentang keakraban yang terjalin. Hal itu saya rasa sudah tidak asing lagi di telinga semua orang. Tapi pernahkah anda berfikir untuk memahami arti persahabatan yang sebenarnya??
Ada beberapa kutipan yang saya baca, yaitu :
“mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri”.
“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, disakiti-dihibur, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”.
Mengapa kutipan itu yang saya pilih? Padahal banyak kutipan lain yang lebih bermakna. Coba anda bayangkan jika kita memiliki beribu-ribu teman tapi satu orangpun tidak ada yang perduli dengan kita, apa yang anda rasakan? kebanyakan orang pasti kesal.
Dan kutipan yang kedua, menurut saya di dalam persahabatan pasti ada saat di mana kita sedih dan senang. Seperti cerita Harry Potter yang menceritakan persahabatan antara Harry, Ron, dan Hermione. Suka dan duka selalu dilewati bersama walau terkadang ada perselisihan diantara mereka. Di situ lah peran seorang sahabat terlihat, apakah dia ada di saat sedih maupun senang atau hanya ada di saat kita senang saja.



Namun, seseorang yang hanya berteman saat kita senang saja, saya rasa juga banyak terjadi di zaman sekarang.
Saya akan memberikan sebuah contoh kisah yang sudah biasa terjadi, yang menurut saya adalah kisah yang sangat tidak mencerminkan sikap seorang sahabat.
“Di salah satu sekolah terdapat 2 orang yang akrab pada awal tahun ajaran, kemana-mana sering bersama sehingga banyak yang bilang mereka berdua mirip. Kita sebut saja namanya si Via dan Ira. Dari duduk di kelas, istirahat ke kantin pasti berdua. Ira sering bercerita kepada Via tentang keluh kesahnya, begitu juga dengan Via, walaupun Via jarang sekali bercerita kepadanya.
Waktu berjalan, pertemanan pun semakin luas, via adalah orang yang tidak bisa bergaul terpaku pada satu orang saja, ketika ira disibukkan dengan karirnya di luar sekolah, ira meminta pengertian via karena dia agak jarang bersama lagi. Via memahami hal itu dan membiarkannya akrab dengan teman mereka yang juga satu profesi yaitu penyiar radio.
Via pun mulai berbaur dengan teman yang lain dan akrab dengan seorang teman yang memang enak diajak bergaul dan sangat memahami orang apa adanya termasuk pada via, tapi dia tidak melupakan ira kemanapun dia pergi dalam lingkungan sekolah itu tetap mengajak ira. Pertemanan dalam kelas semakin luas, semua telah berbaur. Via merasa semua dalam keadaan baik dan tidak ada perselisihan yang terjadi, namun tidak untuk ira. Ketika via, sari dan ira bercanda, timbul sifat iseng via. Dia pun menyembunyikan dompet ira, hal seperti itu merupakan hal yang biasa bagi mereka. Tapi tidak untuk kali ini, ira marah besar dan mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak pantas. Menanggapi hal itu, via dengan tenang meminta sari untuk mengembalikan dompet ira. Karena dia merasa hal itu biasa, dia pun tidak meminta maaf.
Ketika malam datang, via berfikir kalau dia akan minta maaf kepada ira karena perbuatannya. Tetapi apa yang terjadi keesokan harinya?? Sebelum kata maaf terlontar dari bibir via, berita buruk telah sampai ke telinganya. Ani teman akrab lia, teman seprofesi ira. Memberikan sebuah surat yang membuat via sampai kapanpun tidak akan minta maaf kepada ira, dalam surat tersebut tertulis bahwa ira mencemooh via dan mengatakan via hanya seorang yang suka memanfaatkan orang lain, dia juga mengatakan bahwa via orang yang menggunakan topeng, pura-pura baik didepan orang.
Melihat hal itu, via sekali lagi dengan santainya mengatakan kepada teman-teman yang mengetahui tentang surat tersebut “ oh, jadi gini rupanya.. kayak gini yang dibilangnya sahabat? Oke, gak masalah…terserah dia aja deh...”
Dari sepenggal cerita diatas, kita dapat gambaran tentang peran sahabat. Tapi apakah kisah Via dan Ira merupakan sebuah kisah persahabatan?? Dan pantaskah mereka dibilang sahabat?
Sebenarnya proses dari teman menjadi sahabat butuh usaha untuk memelihara kesetiaannya, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan baru sibuk mencari perhatian,pertolongan tapi harus saling berinisiatif untuk mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
So, sudahkah anda menjadi sahabat yang baik bagi sahabat anda???????

Kutipan:
www.fenomena-cinta.co.cc










  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selasa, 02 Maret 2010

Tugas Kelompok ; 3

0 komentar
TUGAS KELOMPOK 3

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Dalam perkembangannya, media pengajaran mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan dalam proses belajar adalah percetakan yang bekerja atas dasar prinsip mekanis. Kemudian teknologi audio-visual yang menggabungkan penemuan mekanik dan elektronik untuk tujuan pengajaran. Teknologi yang muncul terakhir adalah teknologi mikroprosessor yang melahirkan pemakaian komputer dan kegiatan interaktif (Seels & Richey 1994 dalam Arsyad 2002). Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pengajaran dikelompokkan ke dalam empat bagian, yaitu:1) Media Hasil Teknologi CetakTeknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis. Kelompok media hasil teknologi cetak meliputi teks, grafik, foto atau representasi fotografik dan reproduksi. Materi cetak dan visual merupakan dasar pengembangan dan penggunaan materi dan pengajaran lainnya. Teknologi ini menghasilkan materi dalam bentuk salinan tercetak.2) Media Hasil Teknologi Audio-VisualTeknologi audio-visual adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Penyajian melalui audio-visual bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses belajar, seperti mesin proyktor film, tape recorder, dan proyektor visual.3) Media Hasil Teknologi Berbasis KomputerTeknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikroprosesor. Perbedaan antara media yang dihasilkan oleh teknologi berbasis koputer dengan dua teknologi lainnya adalah karena informasi/materi disimpan dalam bentuk digital, bukan dalam bentuk cetakan atau visual. Berbagai jenis aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pengajaran umumnya dikenal sebagai Computer Assisted Instruction (pengajaran berbantuan komputer). Aplikasi tersebut meliputi drills dan practice (latihan untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya), tutorial (penyajian materi pelajaran secara bertahap), permainan dan simulasi (latihan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari).4) Media Hasil Gabungan Teknologi Cetak dan KomputerTeknologi hasil gabungan adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer.Media pembelajaran yang akan dibuat dalam tulisan ini adalah media pembelajaran berbasis komputer.

Media pembelajaran semakin berkembang. Awalnya media pembelajaran hanya berupa buku atau gambar. Seiring dengan berkembangnya teknologi, internet dapat menjadi media pembelajaran baru. Hal ini dapat mendukung proses pembelajaran berkembang menjadi lebih baik. Dengan adanya media pembelajaran, pendidikan dapat lebih terbantu karena akan membantu para peserta didik dalam mencari bahan pembelajaran, karena objek yang diberikan itu konkret atau dapat dirasakan dan diraba. Dengan adanya media pembelajaran dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap materi pembelajaran yang sedang dibahas karena dapat menjelaskan konsep yang sulit atau rumit menjadi mudah dan lebih sederhana

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Psikologi pendidikan adalah salah satu cabang dari psikologi yang mempelajari dan mengamati obyek dalam bidang pendidikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya dalam memberikan pembelajaran. Psikologi pendidikan sangat berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan pada zaman sekarang ini. Psikologi pendidikan ini juga memiliki sasaran utama, yaitu peserta didik, pendidik, dan orang tua. Ketiga elemen ini harus saling bekerja sama agar tujuan dari psikologi pendidikan itu dapat tercapai. Dalam pencapaian nya itu, dibutuhkan teknologi pembelajaran sebagai salah satu cara memperkenalkan pendidikan melalui teknologi. . Dimana peserta didik dapat mengembangkan, menggunakan, dan mengevaluasi proses dan sumber-sumber belajar melalui teknologi pembelajaran , seperti melalui internet.
Keberhasilan pendidik dalam melaksanakan berbagai peranannya antara lain akan dipengaruhi oleh pemahamannya tentang perkembangan peserta didik. Oleh karena itu agar sukses dalam mendidik, kita perlu memahami perkembangan peserta didik kita dan perkembangan teknologi. Sebab hal ini membantu kita dalam memahami tingkah laku dan kebiasaan yang dilakukan para peserta didik. Dimana menurut pendekatan pembelajaran Behavioral, bahwa tingkah laku dapat dilihat dalam pengalaman yang dapat di amati secara langsung , seperti saat anak tersenyum pada guru, murid mengganggu murid lain, ataupun sebagainya. Dengan begitu, bahwa perilaku antar peserta didik dan pendidik dapat dilihat secara langsung ataupun melalui media pembelajaran.

RAGAM MODEL PEMBELAJARAN
Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, pengajar harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi pengajar itu sendiri.
Dalam masa ini akan banyak disajikan beberapa model pembelajaran, untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kondisi yang dihadapi. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip, modifikasinya diserahkan kepada pengajar untuk melakukan penyesuaian, penulis yakin kreativitas para pengajar sangat tinggi. Pendidik perlu menyusun dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dimana anak dapat aktif membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini sesuai dengan pandangan kontruktivisme yaitu keberhasilan belajar tidak hanya bergantung pada lingkungan atau kondisi belajar, tetapi juga pada pengetahuan awal siswa.Belajar melibatkan pembentukan “makna” oleh siswa dari apa yang mereka lakukan, lihat,dan dengar.


Daftar Pustaka
· sman1talun.sch.id/userfiles/Slide%20-%20Model%20Pembelajaran.ppt
d.wikipedia.org/wiki/Psikologi_pendidikan
amrull4h99.wordpress.com/2009/.../landasan-psikologi pendidikan
forum.upi.edu
library.usu.ac.id
· Santrock,John W. 2007. PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Jakarta : Kencana Prenada Media Grup
· Munir. 2008. KURIKULUM BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI. Bandung : CV.Alfabeta




Kelompok : Khoirunnisa Ade Putri (09-003), Marini Noviandri (09-007), Yuanda Novrita Siregar (09-065)


Testimoni : program kuliah online sangat menyenangkan karena dapat mengekspresikan diri secara lebih.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamis, 25 Februari 2010

“UBIQUITOUS COMPUTING, NYAWA BARU BAGI E-LEARNING; TUGAS 2”

0 komentar
A. PENGERTIAN E-LEARNING DAN UBIQUITOUS COMPUTING
Kata e-learning sangat popular beberapa tahun belakangan ini, terminology e-learning pun cukup banyak dikemukakan dalam berbagai sudut pandang, namun tetap mengarah pada pengertian yang sama. Huruf e pada kata e-learning berarti elektronik yang kerap disepadankan dengan kata virtual (maya) dan distance ( jarak ), sedangkan learning sering diartikan dengan belajar pendidikan (education). Jadi, e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan media atau jasa bantuan perangkat elektronika.
Ubiquitous computing itu menekankan pada distribusi komputer ke lingkungan, ketimbang ke personal. Ubiquitous adalah kebalikan dari realitas virtual. Jika realitas virtual menempatkan orang di dalam dunia yang diciptakan komputer, ubiquitous computing akan memaksa komputer eksis di dunia manusia.
istilah ubiquitous computing sering dikaitkan dengan Mark Weiser, seorang peneliti di Xerox PARC. Dialah pelopor ubiquitous computing. Menurut Weiser, ubiquitous computing memungkinkan pemakaian beratus-ratus device (alat) komputasi wireless per orang per kantor dalam semua skala. Kemudian komputer menjadi semakin embedded (tertanam dalam suatu alat), semakin pas dan enak, serta semakin natural. Sehingga kita menggunakannya tanpa memikirkannya dan tanpa menyadarinya. Tujuan utamanya adalah "activate the world", mengaktifkan segala yang ada di sekitar kita. Hal itu membutuhkan inovasi-inovasi baru di bidang operating system, user interface, networks, wireless, displays dan masih banyak lagi. Kalau seandainya ditambahkan satu teknologi yaitu networking kepada semua peralatan yang ada di dunia ini, maka kita dapat mengkomunikasikan antar alat tersebut dan mengotomatisasi semuanya.
B. PROSES PEMBELAJARAN E-LEARNING
E-learning merupakan bentuk pembelajaran yang memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK), ini suatu teknologi pembelajaran yang relative baru di Indonesia. Dimana pengajar dan peserta didik tidak perlu berada pada tempat dan waktu yang sama untuk melakukan proses pembelajaran. Pengajar cukup mengupload bahan-bahan yang akan diajarkan pada situs e-learning dan peserta didik dapat mempelajarinya dengan membuka situs tersebut. Jika ubiquitous computing telah tercipta dan terlaksana itu akan lebih memudahkan bagi peserta didik dalam mendapatkan ilmu karena dimanapun dia berada, akan bisa mengakses situs e-learning dan dengan adanya fasilitas chat online yang tersedia peserta didik dapat menanyakan langsung kepada pengajar apa yang tidak dipahami olehnya.
Ubiquitous computing seperti nyawa baru bagi e-learning, karena jika kita berada di era yang semua serba computer itu akan memudahkan kita. Tidak hanya bagi pembelajaran saja kemudahan itu dirasakan tetapi bagi aktivitas lain selain pembelajaran juga akan mengalami kemudahan itu.
Sekarang adalah masa dimana semua akan bermulai, ubiquitous computing sudah mulai nampak perannya di dalam masyarakat. Layanan internet sudah menjadi bagian penting dari kehidupan. Beberapa tahun lalu kita hanya bisa mengakses situs lewat komputer, tapi sekarang internet sudah bisa diakses lewat telefon genggam atau yang kita kenal dengan handphone. Dan itu sangat memudahkan kita.
Kita mendapat kemudahan dalam e-learning, karena e-learning memiliki beberapa kelebihan, yaitu :
1. Memberikan pengalaman menarik dan bermakna bagi peserta didik karena kemampuannya dapat berinteraksi langsung sehingga pemahaman terhadap materi pembelajaran akan lebih bermakna, mudah dipahami, dan juga mudah diingat.
2. Dapat memperbaiki tingkat pemahaman dan daya ingat seseorang karena content yang ditampilkan bervariasi.
3. Menghemat atau mengurangi biaya pendidikan, seperti berkurangnya biaya untuk membayar pengajar atau biaya akomodasi dan transportasi peserta didik ke tempat belajar.

Jadi, dengan adanya ubiquitous computing yang menjadi nyawa baru bagi e-learning akan membawa kemudahan dan perubahan yang besar bagi kita.

Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Santrock,John W.2008.PSIKOLOGI PENDIDIKAN EDISI KEDUA.Jakarta:KENCANA
DR.Munir,M.IT.2008.Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.Bandung : ALFABETA

Rahma safitri
26 februari 2010
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rabu, 24 Februari 2010

PROPOSAL PROYEK

0 komentar
proposal proyek, klik disini
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamis, 11 Februari 2010

Tugas Kelompok ; 2

1 komentar
Di rumah saya ada tujuh ekor ikan mas kecil, ada ayam, dan ada kucing. Ayam saya memiliki 14 ekor anak, dan lima di antaranya mati terlindas mobil pada saat hujan kemarin. Dan tadi pagi saya melihat ayam saya mematuk tanah untuk makan kesembilan anaknya. Berbeda dengan ibu ku yang sedang marah-marah karena kucing saya mencuri lima ekor ikan di dapur. Walaupun begitu, saya tetap sayang dengan peliharaan saya.

09-003 Khoirunnisa Ade Putri
, 09-007 Marini Noviandri, 09-065 Yuanda Novritaimoni


Testimoni :
Games ini sangat menyenangkan karena semua pertanyaan dan jawaban ngawur.
games ini membuktikan bahwa setiap manusia memiliki potensi kreatif dalam dirinya..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“BERKEMBANGNYA TEKNOLOGI, WARUNG INTERNET PUN MENJADI RUMAH KEDUA; TUGAS 1”

0 komentar

Sekarang teknologi sudah menjadi kebutuhan bagi setiap manusia, dimanapun seseorang berada dia pasti tidak akan luput dari teknologi. Teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia melakukan sesuatu.

Berbeda dengan ketika saya bersekolah di sekolah dasar, komputer dan handphone masih menjadi barang yang langka. Sehingga jika ada seseorang yang membawa telefon genggam atau handphone pasti sudah disangka anak orang kaya.

Begitu juga dengan pendidikan yang mengalami kemajuan dalam teknologi, seperti sumber belajar. Sumber belajar adalah bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan dan diperlukan untuk membantu pengajar maupun peserta didik dalam proses pembelajaran. Pada zaman dahulu sumber belajar sangat sedikit, tapi sekarang bermacam-macam seperti buku teks, media cetak, media elektronik, nara sumber, lingkungan alam sekitar, dan sebagainya yang dapat meningkatkan kadar keaktifan dalam proses pembelajaran.

Ketika saya sekolah di sekolah dasar dahulu, sumber belajar yang digunakan hanya buku teks saja. Peralatan dan perlengkapan juga sangat minim yaitu hanya sebuah papan tulis hitam dan kapur tulis. Awal sekolah menengah pertama, saya masih menggunakan papan tulis hitam daan kapur, tetapi dengan adanya kemudahan dan diproduksinya spidol sekolah saya pun beralih menggunakan whiteboard dan spidol.

Ketika saya duduk di sekolah menengah pertama (SMP), komputer sudah ada tetapi tidak digunakan secara aktif di sekolah kami, kebijakan sekolah memutuskan bahwa yang mempelajari komputer adalah anak sekolah menengah atas (SMA). Jadi, kami diberikan kebijakan yang lain yaitu mendalami dan belajar mengetik sepuluh jari dengan menggunakan mesin tik. Karena saya bersekolah di sebuah pondok pesantren ketika SMP, akses internet pun tidak diperbolehkan. Wawasan yang masuk untuk kami hanya berasal dari buku dan media massa.

Setelah tamat dari sekolah menengah pertama, saya menyambung sekolah di salah satu sekolah swasta di kota medan, sekolah yang termasuk memiliki fasilitas lengkap. Sekolah itu memiliki laboratorium computer, laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan laboratorium bahasa, ruang multimedia, dan terkadang dalam proses belajar mengajar juga menggunakan LCD dan infokus. Karena kebutuhan bahan belajar tidak hanya cukup dari sebuah buku, staf pengajar tidak jarang menyuruh kami mencari tugas dari internet, hal itu membuat pihak sekolah berfikir untuk membuat jaringan internet di sekolah. Sekolah kami pun memiliki jaringan internet bebas atau wi-fi.

Akan tetapi, dengan bertambahnya fasilitas sekolah yaitu wi-fi bukan membuat siswa dan siswi menjadi bersemangat belajar melainkan membuat siswa dan siswi bersemangat memainkan internet. Ketika pelajaran Teknologi, Informasi dan Komunikasi(TIK) tiba, semua merasa senang karena bisa keluar kelas dan memainkan internet secara Cuma-Cuma, pengajar yang menjelaskan sudah tidak didengar lagi, semua sibuk dengan komputernya masing-masing.

Hal itu tidak berlangsung lama, karena pihak sekolah sudah memantau semua kelakuan siswa yang semakin sering berkunjung ke laboratorium komputer, dan membuat peraturan behwa laboratorium tidak boleh digunakan selain waktu pelajaran TIK.

Tetapi, anak zaman sekarang sangat cerdas. Tak ada rotan akar pun jadi, mungkin peribahasa itulah yang bisa menggambarkan keadaan saat itu. Karena tidak boleh menggunakan lab.komputer diluar jam pelajarannya, para murid khususnya siswa laki-laki berbondong-bondong untuk membawa lactop dari rumah dan bergame-online ria lah mereka.

Merasa tidak puas bermain seharian di sekolah, mereka pun pergi ke warung internet (WARNET) untuk menyambung kembali permainan mereka. Tidak peduli hari sudah mulai larut malam, mereka tetap sibuk dengan game-onlinenya. Bahkan, tidak jarang mereka yang berasal dari berbagai macam sekolah, tidak pulang dan bermalam di warnet. Alhasil, warnet pun menjadi rumah kedua bagi mereka.

DAFTAR PUSTAKA

Santrock,John W.2008.PSIKOLOGI PENDIDIKAN EDISI KEDUA.Jakarta:KENCANA

DR.Munir,M.IT.2008.Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.Bandung : ALFABETA

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Senin, 08 Februari 2010

Tugas Kelompok; 1

0 komentar
Sesuai dengan perkembangan IPTEK yang sangat cepat, manusia dituntut untuk mengikuti perkembangan tersebut. Dengan adanya e-mail dan blog, akan membantu mahasiswa Psikologi untuk lebih mengerti dan mengetahui informasi yang yang berkembang pada saat ini. Dimana IPTEK terus berkembang dan sangat pesat, serta pengaruhnya meluas ke berbagai bidang termasuk pendidikan. Dimana pada saat ini, pendidikan memiliki 4 pilar yaitu Learning to know, Learning to do, Learning to live together dan learning to be.Hal ini lah yang menyebabkan mahasiswa memerlukan IPTEK,serta sarana blog dan e mail. Sehingga akan mengembangkan kemampuan, watak dan perilaku manusia. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa sangat bersyukur hidup di zaman yang sedang mengalami perkembangan IPTEK. Sehingga sangat membantu mahasiswa dalam proses belajar.

Kelompok : 09-003 (KHOIRUNNISA ADE PUTRI) 09-007 (Marini Noviandri) 09-065 (Yuanda Novrita)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Minggu, 07 Februari 2010

0 komentar
alhamdulillah..
semoga gak salah lagi...amin
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
 
Copyright © My Life