Kamis, 11 Maret 2010

Tugas 3

25 komentar



Persahabatan, mendengar kata itu pasti semua berfikir tentang keakraban yang terjalin. Hal itu saya rasa sudah tidak asing lagi di telinga semua orang. Tapi pernahkah anda berfikir untuk memahami arti persahabatan yang sebenarnya??
Ada beberapa kutipan yang saya baca, yaitu :
“mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri”.
“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, disakiti-dihibur, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”.
Mengapa kutipan itu yang saya pilih? Padahal banyak kutipan lain yang lebih bermakna. Coba anda bayangkan jika kita memiliki beribu-ribu teman tapi satu orangpun tidak ada yang perduli dengan kita, apa yang anda rasakan? kebanyakan orang pasti kesal.
Dan kutipan yang kedua, menurut saya di dalam persahabatan pasti ada saat di mana kita sedih dan senang. Seperti cerita Harry Potter yang menceritakan persahabatan antara Harry, Ron, dan Hermione. Suka dan duka selalu dilewati bersama walau terkadang ada perselisihan diantara mereka. Di situ lah peran seorang sahabat terlihat, apakah dia ada di saat sedih maupun senang atau hanya ada di saat kita senang saja.



Namun, seseorang yang hanya berteman saat kita senang saja, saya rasa juga banyak terjadi di zaman sekarang.
Saya akan memberikan sebuah contoh kisah yang sudah biasa terjadi, yang menurut saya adalah kisah yang sangat tidak mencerminkan sikap seorang sahabat.
“Di salah satu sekolah terdapat 2 orang yang akrab pada awal tahun ajaran, kemana-mana sering bersama sehingga banyak yang bilang mereka berdua mirip. Kita sebut saja namanya si Via dan Ira. Dari duduk di kelas, istirahat ke kantin pasti berdua. Ira sering bercerita kepada Via tentang keluh kesahnya, begitu juga dengan Via, walaupun Via jarang sekali bercerita kepadanya.
Waktu berjalan, pertemanan pun semakin luas, via adalah orang yang tidak bisa bergaul terpaku pada satu orang saja, ketika ira disibukkan dengan karirnya di luar sekolah, ira meminta pengertian via karena dia agak jarang bersama lagi. Via memahami hal itu dan membiarkannya akrab dengan teman mereka yang juga satu profesi yaitu penyiar radio.
Via pun mulai berbaur dengan teman yang lain dan akrab dengan seorang teman yang memang enak diajak bergaul dan sangat memahami orang apa adanya termasuk pada via, tapi dia tidak melupakan ira kemanapun dia pergi dalam lingkungan sekolah itu tetap mengajak ira. Pertemanan dalam kelas semakin luas, semua telah berbaur. Via merasa semua dalam keadaan baik dan tidak ada perselisihan yang terjadi, namun tidak untuk ira. Ketika via, sari dan ira bercanda, timbul sifat iseng via. Dia pun menyembunyikan dompet ira, hal seperti itu merupakan hal yang biasa bagi mereka. Tapi tidak untuk kali ini, ira marah besar dan mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak pantas. Menanggapi hal itu, via dengan tenang meminta sari untuk mengembalikan dompet ira. Karena dia merasa hal itu biasa, dia pun tidak meminta maaf.
Ketika malam datang, via berfikir kalau dia akan minta maaf kepada ira karena perbuatannya. Tetapi apa yang terjadi keesokan harinya?? Sebelum kata maaf terlontar dari bibir via, berita buruk telah sampai ke telinganya. Ani teman akrab lia, teman seprofesi ira. Memberikan sebuah surat yang membuat via sampai kapanpun tidak akan minta maaf kepada ira, dalam surat tersebut tertulis bahwa ira mencemooh via dan mengatakan via hanya seorang yang suka memanfaatkan orang lain, dia juga mengatakan bahwa via orang yang menggunakan topeng, pura-pura baik didepan orang.
Melihat hal itu, via sekali lagi dengan santainya mengatakan kepada teman-teman yang mengetahui tentang surat tersebut “ oh, jadi gini rupanya.. kayak gini yang dibilangnya sahabat? Oke, gak masalah…terserah dia aja deh...”
Dari sepenggal cerita diatas, kita dapat gambaran tentang peran sahabat. Tapi apakah kisah Via dan Ira merupakan sebuah kisah persahabatan?? Dan pantaskah mereka dibilang sahabat?
Sebenarnya proses dari teman menjadi sahabat butuh usaha untuk memelihara kesetiaannya, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan baru sibuk mencari perhatian,pertolongan tapi harus saling berinisiatif untuk mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
So, sudahkah anda menjadi sahabat yang baik bagi sahabat anda???????

Kutipan:
www.fenomena-cinta.co.cc










  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selasa, 02 Maret 2010

Tugas Kelompok ; 3

0 komentar
TUGAS KELOMPOK 3

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Dalam perkembangannya, media pengajaran mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan dalam proses belajar adalah percetakan yang bekerja atas dasar prinsip mekanis. Kemudian teknologi audio-visual yang menggabungkan penemuan mekanik dan elektronik untuk tujuan pengajaran. Teknologi yang muncul terakhir adalah teknologi mikroprosessor yang melahirkan pemakaian komputer dan kegiatan interaktif (Seels & Richey 1994 dalam Arsyad 2002). Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pengajaran dikelompokkan ke dalam empat bagian, yaitu:1) Media Hasil Teknologi CetakTeknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis. Kelompok media hasil teknologi cetak meliputi teks, grafik, foto atau representasi fotografik dan reproduksi. Materi cetak dan visual merupakan dasar pengembangan dan penggunaan materi dan pengajaran lainnya. Teknologi ini menghasilkan materi dalam bentuk salinan tercetak.2) Media Hasil Teknologi Audio-VisualTeknologi audio-visual adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Penyajian melalui audio-visual bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses belajar, seperti mesin proyktor film, tape recorder, dan proyektor visual.3) Media Hasil Teknologi Berbasis KomputerTeknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikroprosesor. Perbedaan antara media yang dihasilkan oleh teknologi berbasis koputer dengan dua teknologi lainnya adalah karena informasi/materi disimpan dalam bentuk digital, bukan dalam bentuk cetakan atau visual. Berbagai jenis aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pengajaran umumnya dikenal sebagai Computer Assisted Instruction (pengajaran berbantuan komputer). Aplikasi tersebut meliputi drills dan practice (latihan untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya), tutorial (penyajian materi pelajaran secara bertahap), permainan dan simulasi (latihan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari).4) Media Hasil Gabungan Teknologi Cetak dan KomputerTeknologi hasil gabungan adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer.Media pembelajaran yang akan dibuat dalam tulisan ini adalah media pembelajaran berbasis komputer.

Media pembelajaran semakin berkembang. Awalnya media pembelajaran hanya berupa buku atau gambar. Seiring dengan berkembangnya teknologi, internet dapat menjadi media pembelajaran baru. Hal ini dapat mendukung proses pembelajaran berkembang menjadi lebih baik. Dengan adanya media pembelajaran, pendidikan dapat lebih terbantu karena akan membantu para peserta didik dalam mencari bahan pembelajaran, karena objek yang diberikan itu konkret atau dapat dirasakan dan diraba. Dengan adanya media pembelajaran dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap materi pembelajaran yang sedang dibahas karena dapat menjelaskan konsep yang sulit atau rumit menjadi mudah dan lebih sederhana

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Psikologi pendidikan adalah salah satu cabang dari psikologi yang mempelajari dan mengamati obyek dalam bidang pendidikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya dalam memberikan pembelajaran. Psikologi pendidikan sangat berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan pada zaman sekarang ini. Psikologi pendidikan ini juga memiliki sasaran utama, yaitu peserta didik, pendidik, dan orang tua. Ketiga elemen ini harus saling bekerja sama agar tujuan dari psikologi pendidikan itu dapat tercapai. Dalam pencapaian nya itu, dibutuhkan teknologi pembelajaran sebagai salah satu cara memperkenalkan pendidikan melalui teknologi. . Dimana peserta didik dapat mengembangkan, menggunakan, dan mengevaluasi proses dan sumber-sumber belajar melalui teknologi pembelajaran , seperti melalui internet.
Keberhasilan pendidik dalam melaksanakan berbagai peranannya antara lain akan dipengaruhi oleh pemahamannya tentang perkembangan peserta didik. Oleh karena itu agar sukses dalam mendidik, kita perlu memahami perkembangan peserta didik kita dan perkembangan teknologi. Sebab hal ini membantu kita dalam memahami tingkah laku dan kebiasaan yang dilakukan para peserta didik. Dimana menurut pendekatan pembelajaran Behavioral, bahwa tingkah laku dapat dilihat dalam pengalaman yang dapat di amati secara langsung , seperti saat anak tersenyum pada guru, murid mengganggu murid lain, ataupun sebagainya. Dengan begitu, bahwa perilaku antar peserta didik dan pendidik dapat dilihat secara langsung ataupun melalui media pembelajaran.

RAGAM MODEL PEMBELAJARAN
Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, pengajar harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi pengajar itu sendiri.
Dalam masa ini akan banyak disajikan beberapa model pembelajaran, untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kondisi yang dihadapi. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip, modifikasinya diserahkan kepada pengajar untuk melakukan penyesuaian, penulis yakin kreativitas para pengajar sangat tinggi. Pendidik perlu menyusun dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dimana anak dapat aktif membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini sesuai dengan pandangan kontruktivisme yaitu keberhasilan belajar tidak hanya bergantung pada lingkungan atau kondisi belajar, tetapi juga pada pengetahuan awal siswa.Belajar melibatkan pembentukan “makna” oleh siswa dari apa yang mereka lakukan, lihat,dan dengar.


Daftar Pustaka
· sman1talun.sch.id/userfiles/Slide%20-%20Model%20Pembelajaran.ppt
d.wikipedia.org/wiki/Psikologi_pendidikan
amrull4h99.wordpress.com/2009/.../landasan-psikologi pendidikan
forum.upi.edu
library.usu.ac.id
· Santrock,John W. 2007. PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Jakarta : Kencana Prenada Media Grup
· Munir. 2008. KURIKULUM BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI. Bandung : CV.Alfabeta




Kelompok : Khoirunnisa Ade Putri (09-003), Marini Noviandri (09-007), Yuanda Novrita Siregar (09-065)


Testimoni : program kuliah online sangat menyenangkan karena dapat mengekspresikan diri secara lebih.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
 
Copyright © My Life